DPRD Kaltim

ODHA Harus Dirangkul dan Diobati, Ananda Emira Moeis: Mereka Punya Hak Beraktivitas

KLIKSAMARINDAKasus penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Bontang terhitung meningkat pada 2022 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ironisnya, penyebaran didominasi kalangan ibu rumah tangga (IRT).

Tidak hanya itu, penularan HIV dilatari perilaku seks bebas di luar pernikahan. Bahkan, sebaran HIV terbanyak juga didominasi oleh mereka yang berusia 24 hingga 50 tahun.

Menanggapi kasus orang dengan HIV/AIDS (ODHA) didominasi IRT dan remaja mulai usia 24 tahun, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, mengaku prihatin. Mengingat, komisi IV memiliki tupoksi di bidang kesehatan.

“Ya pastinya ketika saya mendengar kabar itu sangat prihatin,” ujar Ananda Emira Moeis, Senin 23 Januari 2023.

Menurut Ananda Emira Moeis, penyebab kasus HIV meningkat karena kurangnya pengetahuan masyarakat akan bahaya penyakit HIV/AIDS ini. Seharusnya, imbuh Ananda Emira Moeis, pemerintah memberikan edukasi pada masyarakat terkait cara penyebaran, bahaya dan dampak HIV.

“Pemerintah punya kebijakan dan peran untuk bisa menyosialisasikan seperti apa cara HIV menular. Masyarakat sudah sepatutnya menerima edukasi atau pendidikan terkait HIV/AIDS mulai dari penularannya, pencegahannya, hingga bagaimana cara untuk mengobatinya,” ujar Nanda, sapaan akrabnya, saat ditemui di Gang H Dundup jalan D.I Panjaitan, Sungai Pinang Dalam, Kota Samarinda.

Dengan adanya pemberian edukasi dari pemerintah, maka ketika ada masyarakat yang terjangkit HIV/AIDS, mereka tahu harus mengambil langkah antisipatif.

Ananda Emira Moeis pun tegas meminta pemerintah agar bisa mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan ke depannya.

“Mereka yang terjangkit harus dirangkul. Karena biar bagaimana pun juga, mereka mempunyai hak untuk terus beraktivitas. Kita rangkul dan berikan semangat supaya mereka termotivasi untuk bangkit. Lalu kita kasih pengobatan rutin dan obat-obatan,” tuturnya.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim ini berharap banyak pada pemerintah untuk benar-benar bisa mengedukasi masyarakat. Ananda Emira Moeis, jangan sampai di tahun 2023, kasus HIV/AIDS meningkat.

“Saya harap ke depan semakin digalakkan lagi sosialisasi tentang HIV/AIDS. Saya juga berpesan agar masyarakat selalu menerapkan pola hidup sehat dan bersih serta rutin memeriksakan kesehatan sebagai bentuk waspada dini,” terangnya.

Dari data yang diterima, ada sekitar 77 wanita yang terjangkit HIV. Rata-rata didominasi IRT.
Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2019 dengan jumlah terdapat 96 kasus HIV. Pada tahun 2020 turun menjadi 59 kasus.

Bahkan, di tahun 2021 kembali turun menjadi 52 kasus. Namun justru naik di tahun 2022 menjadi 77 kasus. (Dya/Adv/DPRDKaltim)

seedbacklink

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *